Home » » 4 karekter manusia dalam fsikologi dakwah

4 karekter manusia dalam fsikologi dakwah

Written By awal ahmad on Minggu, 02 Oktober 2011 | 22.32


Ada 4 macam tipe karakter manusia:

1. Kolerik adalah tipe orang yang tegas, galak, tidak suka air mata, bakat memimpin, kalo menegur suka tidak tanggung-tanggung (bisa bikin orang yang ditegur sakit hati).

2. Sanguine adalah orang yang menikmati hidup, segala sesuatu dipandang indah menurut dia. Suka bergaul, ramah, spontan, 'kembangnya' pesta, tapi lemah kemauan dan penunda paling besar.

3. Melankolik adalah orang yang sangat sensitif, suka sedih dan mengasihani diri, berbakat jadi pemusik / pencinta seni, murung, dan suka menyendiri

4. Plegmatik adalah orang yang harus didorong-dorong dulu untuk melakukan sesuatu. Padahal ia sendiri sudah punya motivasi, tapi butuh orang untuk mendukungnya. Lamban, cinta damai, pendengar yang baik, lembut.


4 tipe kepribadian dalam dunia psikologis

Dlm dunia psikologi, dikenal yg namanya 4 tipe kepribadian: Sanguinis, Melankolis, Koleris & Plegmatis, atau ada jg yg langsung mengkategorikannya sesuai dgn sifat dominan masing2 tipe, yaitu: Sanguinis Populer, Melankolis Sempurna, Koleris Kuat & Plegmatis Damai. nah trus saya & anda termasuk yg mana? sok atuh disimak yg berikut ini

KOLERIS pada umumnya mempunyai:
KEKUATAN:
* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
* Bebas dan mandiri
* Berani menghadapi tantangan dan masalah
* "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
* Membuat dan menentukan tujuan
* Terdorong oleh tantangan dan tantangan
* Tidak begitu perlu teman
* Mau memimpin dan mengorganisasi
* Biasanya benar dan punya visi ke depan
* Unggul dalam keadaan darurat

KELEMAHAN:
* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
* Senang memerintah
* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
* Menyukai kontroversi dan pertengkaran
* Terlalu kaku dan kuat/ keras
* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
* Sering membuat keputusan tergesa-gesa
* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
* Workaholics (kerja adalah "tuhan"-nya)
* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

MELANKOLIS:
KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain

KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan

PLEGMATIS:
KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
* Penengah masalah yg baik
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah
* Baik di bawah tekanan
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
* Rasa humor yg tajam
* Senang melihat dan mengawasi
* Berbelaskasihan dan peduli
* Mudah diajak rukun dan damai

KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
* Takut dan khawatir
* Menghindari konflik dan tanggung jawab
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
* Terlalu pemalu dan pendiam
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
* Kurang berorientasi pada tujuan
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
* Tidak senang didesak-desak
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

SANGUINIS:
KEKUATAN:
* Suka bicara
* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
* Antusias dan ekspresif
* Ceria dan penuh rasa ingin tahu
* Hidup di masa sekarang
* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
* Berhati tulus dan kekanak-kanakan
* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
* Umumnya hebat di permukaan
* Mudah berteman dan menyukai orang lain
* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
* Menyenangkan dan dicemburui orang lain
* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
* Menyukai hal-hal yang spontan

KELEMAHAN:
* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
* Susah untuk diam
* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
* Mudah berubah-ubah
* Susah datang tepat waktu jam kantor
* Prioritas kegiatan kacau
* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
* Egoistis
* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
* Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".


Tipe tipe wanita
Carl Gustav Jung, adalah seorang psikolog yang teori-teorinya berbasis pada eksplorasi mitologi dan spiritual timur. Beliau mengamati bahwa melalui mite, seseorang dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perjalanan hidup manusia. Kisah-kisah tersebut memiliki pengaruh sedemikian kuat yang dapat menghantar penghayatan individu akan peran penting kehadiran manusia di tiap jaman.

Konon, setiap manusia di jaman apapun pada dasarnya akan merespon dunianya berdasar archetype atau cetak biru dari para generasi pendahulu. Sebuah gambaran primordial yang dideterminasi berdasar bentuknya dan dalam kadar tertentu. Bahasa spritualnya, pola / fixed-pattern dari para perintis ‘amr.

Seberapa pengaruhnya kisah para pendahulu yang tertuang dalam bentuk mitologi, legenda dan dongeng tersebut dalam kehidupan kita? Sangat penting. Karena dengan mempelajari kisah-kisah para pendahulu akan memudahkan tugas seseorang dalam menjalani kehidupannya. Melalui kisah tersebut kita di stimulasi untuk belajar mengidentifikasi eksistensi kita hari ini, berada dalam track yang mana. Setiap kita akan mengikuti pola dari para pendahulu. Representasinya bisa sangat unik pada setiap orang, karena akan sangat dipengaruhi oleh pola asuh, interaksi dengan lingkungannya dan budaya dimana ia dibesarkan. Faktor-faktor tersebut yang akan menghiasi pola baku tersebut dengan pernak-pernik, motif yang lebih spesifik.

Sekarang mari kita lihat 4 tipe wanita yang disarikan dari pengamatan Jung terhadap mitologi yunani:

1. Tipe Ibu
Wanita dengan tipe ini menemukan identitas dan kepuasan dalam mengasuh anak. Dia akan puas kalau melahirkan dan membesarkan anak-anak. Sayangnya, tipe ini punya unsur negatif, yaitu, over-protective, yang bisa menghambat perkembangan psikologis anak dalam mencapai kematangan (maturity). Anak akan terbiasa untuk selalu melekatkan diri pada ibunya dan tergantung secara emosional. Hal ini bisa berkembang pada terbentuknya ‘Kompleks ibu’ (mother-complex), kondisi patologis dimana ibu ‘menghisap’ hidup anaknya (yang laki-laki). Eksistensi diri ibu di asosiasikan dengan seberapa tergantung / terikat kehidupan anaknya atas diri ibu. Secara tak sadar terbangun interaksi dimana si ibu memposisikan dirinya sebagai titik pandang anak dalam memandang dunia. Kelak, saat anak dewasa, keterikatan dengan ibunya akan mempengaruhi pola interaksinya dengan lawan jenis. Si anak akan memaksakan pasangannya agar sesuai dengan figur ibunya.

2. Tipe Hetaira
Istilah Yunani kuno yang ditujukan kepada wanita yang mempunyai pendidikan khusus, sehingga secara psikologis mereka dapat menjadi teman bagi pria. Wanita tipe ini akan mendapatkan pemenuhan dan identitasnya kalau dia dapat berhunungan dengan pria. Tidak selalu terkait seksual. Yang pasti adalah keterlibatatan dalam hubungan psikologis yang mendalam. Pria biasanya merasakan wanita yang demikian itu amat bernilai. Karena pengetahuan yang ia miliki dan giat dalam interaksi sosial. Negatifnya, wanita ini tidak pernah menjalin hubungan yang kekal. Dia dengan mudah dapat berpindah dari pria yang satu ke pria yang lain.
Dikenal sebagai wanita petualang dan amat populer di mata pria.

3. Tipe Amazon
Wanita karir. Dia akan melakukan apapun yang mampu di lakukan oleh seorang pria. Memiliki kontribusi penting terhadap dunia sekitarnya. Work-acholic. Perfect dan inginnya terlibat langsung dari a sampai z atas pekerjaan yang sedang ia pegang. Bahayanya, mereka bisa kehilangan orientasi atas kodrat kewanitaannya. Bisa melajang terus.

4. Tipe Perantara atau Medium
Nah, ini adalah wanita-wanita yang memiliki fungsi spiritual.

Sebenarnya masih banyak tipe lain yang bisa di elaborate dari mitologi Yunani ini. Tapi menurut Jung, ke-4 tipe ini sudah cukup mewakili karakteristik dasar dari wanita. Biasanya setiap wanita punya karakteristik yang paling dominan / menonjol dari tipe tersebut.

Jung menutup dengan pesan: identifikasi diri melalui tipe tersebut, akan membuka jalan / menjadi pemancing untuk memahami kodrat diri yang utuh. Karena pengetahuan akan diri, punya kontribusi penting dalam sejarah panjang umat manusia.
Share this article :

Posting Komentar

maslow

maslow

VideoBar

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. awaludinblogspotcom.blogspot.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger