Home » » artikel kasus tki ilegal fakultas dakwah iain mataram

artikel kasus tki ilegal fakultas dakwah iain mataram

Written By awal ahmad on Kamis, 22 November 2012 | 16.23

Dr.H.M.Awaludin.M.KOM.i  
Nama saya suriyani , alasan saya menajdi tki illegal karena tidak ada untuk biaya sekolah, saat itu ibu saya pergi ke Saudi ya gimana gitu terus saya tinggal di rumah nenek. Sedangkan di rumah nenek sudah tidak ada biaya dan cucunya banyak serta tidak nampung  untuk bersama tinggal. Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke Saudi gitu. Saya berangkat kesaudi semenjak lulus dari bangku sekolah menengah pertama (SMP) saya di Saudi sekitar 4 tahun. Satu tahun di kafin dan satu tahun kaburan. Saya  di ajak oleh bapak saya sendiri , alasan saya pergi yaitu karena tidak ada biaya sekolah  kalau mau ikut ke rumah bapak punya ibu tirigitu, tidak enak mempunyai ibu tiri itu lebih baik pergi ke Saudi saja. Kata bapak saya gajinya sangat besar sekitar  1.500 jika di rupiahkan sekitar 3 juta lebih itu yang di janjikan makanya saya tertarik dari pada masuk sekolah lebih baik cari duit. Untuk persayratan  lengkap seperti KTP namun mengenai umur di palsukan pada saat itu umur saya 15 tahun. Yang mengurus semua dokumen saya itu adalah bapaknya saya sendiri  melalu PT PJTKI. Untuk biaya  yang saya keluarkan pada saat itu Rp.5.500.000 pada saat juga saya berteman  11 orang. Saya di janjikan di pekerjaan clening service di Saudi dan terus gajinya 1.500 real. Satu orang di tarik sama-sama  Rp.5.500.000 uang tersebut di pergunakan untuk keperluan di PT untuk pergi ke Saudi dengan uang yang tadi. Saya di tampung di PT. celilitan condet dulu itu nama PT nya. Saya menggunakan trnsportasi bus terus melalui laut selama dua hari  dan sampai di Jakarta selama 3 hari, lama di Jakarta 1 bulan setengah untuk menuju arab Saudi di butuhkan sekitar 2 hari perjalananan dari Jakarta. Saya berangkat itu tanpa ada restu dari tuan guru dan kiai di kampong saya.
Untuk penampungan saya di tanpung di daerah celilitan condet Jakarta, kegiatan saya selama di penampungan tidak ada cuman mengantri makanan ada yang nyapu, ngepel dan masak. Untuk pelajaran atau pelatihan selama di PT tidak ada. Sementara di tempat saya di tampung mempunyai  aturan seperti jadwal piket setiap hari itu harus mempunyai bagian-bagian sendiri dan setiap hari itu ada 5 orang yang piket, ada yang masak ada juga yang pergi ke PT sambil memasak nyapu dan ngepel. Saya di penampungan selama satu bulan setengah,
Untuk masuk di Negara orang sangat ribet sekali. Saya pergi Saudi dengan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta ke Saudi menempuh waktu 2 jam, setelah tibanya di sana saya di jemput dengan transportasi darat yaitu bus, soalnya saya dan teman-teman banyak. Saat samapi tujuan dengan menggunakan bus saya bertemu dengan temen-temen yang sudah lama bekerja. Saya di tempatkan  pertama dulu di riad terus nanti kalu sudah dua hari di riad  baru di pencar. Ada yang keriad, kedamam, ta’if, jiddah  dan mekkah.
Suatu hal yang unik pada saat sampai di tujuan itu adalah makan ayam yang cuman di rebus saja dan roti yang besar-besar namun tidak manis, saat itu saya dan temen-teman mengais di kirain apa yang kita bayangkan. Di PT kan saya dan teman-teman di janjikan nikmat semua gitu namun setelah sampai di sana makan saja saya menggunakan pelastik sampah dan ayam cuman di rebus doang. Jumlah saya pada saat itu sekitar ratusan orang. Saya di tempatkan di rumah sakit jiwa, dulu saya sebenarnya sebagi clining service namun pas sampai di situ saya di temaptkan di rumah sakit jiwa, mengurus orang-orang gila saat itu saya di markas anak cacat sekolah saja pertamanya.  Cuman jika anak –anak yang tadi itu mau ke kamar mandi atau WC kita anter gitu. Setelah itu sudah seminggu menjadi  pegawai di rumah sakit jiwa itu atau orang sana menyebutnya dengan nama wacer  saya menjadi cooking  alias tukang masak selama satu bulan karena di sebebkan saya bertengkar dengan mudirnya saya di stakfor alias saya di berhentikan dari pekerjaan saya selama satu minggu. Nama tempat saya bekerja itu yaitu ryad bagiam masrulin.
Saya muali bekerja yaitu masuk jam 05.00 subuh dan pulangnya jam 06.00. saya bekerja besama 30 oarang atau satu bus tapi markasnya berbeda-beda . waktu untuk beristirahat cuman pada waktu makan dan waktu shalat saja.untuk bonus dari pekerjaan itu ada namun kita di suruh pas anak pulang sekolah itu kita di suruh membersihkan jendela dan nyapu semuanya. Untuk mendapat pekerjaan saya rasa ngampang cuman bahasanya saja yang sulit namun setelah satu bulan pasti bias. Saya yang saat sulit itu pertama cuman bengong donag  sambil anggukkan kepala.
Saat pertama itu saya di kasih pinjaman 100 ribu untuk makan. Untuk gaji saya perbulannya tidak di kasih tapi  di kasih tiga bulan sekali namun gaji yang satu bulan tidak secara rutin. Untuk mengirimkan untuk orang tua saudara itu tidak ada  cuman hanya buat makan aja.
Setelah saya di stakfor di masrulin itu, saya di pindahkan ke kantor di bagian jaradiat . setelah saya masuk di kantor jaradiat itu saya dapat kerja di rumah sakit baru saja di buat dan pekerjaan nya cuman bersih-bersih nyapu dan ngepel saja. Sebelum anak-anak di rawat itu , ada anak  baru yang dating mungkin sekitar empat bulan saya itu di pindah. Terus dating yang baru di kirim dari Indonesia itu kesini. setelah mereka beberapa bulan di sini mereka banyak yang mau kabur . kata mereka kalu gaji orang kabur itu besar pokonya gimana gitu luar biasa gajinya gede banget. Saat kabur itu saat semuanya dalam keadaan tidur. Di tempat saya itu di kos-kosan berlantai , nah saya tempatnya di lantai tiga. Untuk kabur saya menggunakan serprai yang panjang yang kebetulan sedang di cucui saya gunakan itu dengan cara melipat-lipat seprai hingga panjang . saya pada saat kabur itu empat orang tapi cuman satu orang yang bias lolos. Sedangkan saya ketahuan akhirnya saya di pindah lagi ke abha. Di abha saya bekerja selama enam bulan , riyad enam bulan dan di abha enam bulan. Kepindahan pertama itu ke zijan  tiga hari tidak ada lowongan kosong  di rumah sakit jiwa di pindah lagi ke abha ngerawat anak gila yang makannya di suntik melalui hidung yang satunya gemuk kita mandiin setiap hari namun itu sip-sipan. Untuk sip-sipan aday sip malam dan ada sip siang. Untuk gaji saya di sini adalah 600.00 ribu cuman tuk makan saja jadinya tidak bis kekirim  tapi jika kita bias ngirit-ngirit bisa di kirim. Rata-rata oarng ngirim dalam waktu tiga sampai limatahun sebanyak lima belas juta rupiah bahkan banyak yang menghabiskan uang mereka hanya untuk party mereka di sana.
Saat saya kabur itu saya sudah mempunyai gajian . gajian tersebut saya kumpulkan untuk bayar chenel alias bayar supir untuk ngambil kita. Saat itu saya kabur empat orang . kebetulan saya saat itu sipnya malam terus pulang pakai bus. Nah di belakang saya sudah di tunggu , saya dan temen empat kabur lewat bus dengan cara membuka pintu bus dan langsung lari ke tempat chenel yang sudah menunggu di belakang. Untuk bayar chenel pada saat itu seribu lima ratus real. Setelah sampai mekkah, Alhamdulillah ketemu dengan orang Lombok  baik-baik dan saya di pekerjakan di umrahkan. Nama tempat saya kabur itu adalah mekkah bagian zumaijah. Di zumaijah ini banyak terdapat orang peraian, visa bebas, penduduk tetap campur deh semua di sana itu.  Kebanyak isinya adalah orang Indonesia.
Kejadian unik yang saya alami pada saat musim haji jasa untuk dorong kursi roda bagi jama’ah haji yang tidak mampu berjalan. Kesempatan buat saya dan temen-teman untuk mendapatkan uang , rasanya capek pada saat mendorong namun gajinya banyak sekitar empat ratus ribu jika di totalkan ke rupiah sekitar satu juta perdorong dengan tujuh putran. Untuk pengalaman di kejar oleh polisi itu Alhamdulillah tidak ada dan di curigainpun tidak ada. Untuk orang yang membantu menyelesaikan maslah itu tidak ada. Soalnya pada saat kabur itu kita sudah banyar jasa chenel atau sopir  yang sudah berpengalaman di bagian pekaburan. Sednag untuk peran KBRI di arab Saudi hanya mugurus oaring bermasalah seperti membunuh majikannya danmencuri uang majikan pasti di masalah tersebut di bawa ke KBRI. Tapi kalu saya hanya visa clining service rumah sakit jiwa jadinya bebas.
Untuk proses pengiriman pulang nya sangat ribat sekali. Harus bayar pemulangan sekitar seribu lima ratus misalnya bayar polisi. Saya pulang berjumalah  sebelas orang dan sama- sama di tarik sekitar seribu dua ratus jika di rupiahkan sekitar tiga jutaan susah baget untuk pulang. Sudah itu kita di taruh dulu di jalanan baru di angkut oleh polisi terus di urus sana sini cap jempol hingga di buatkan paspor. Saat di jalan pun kita di maintain lagi uang  oleh polisi arab Saudi dua ratu perorangya jika tidak ada uang hanphon gengam yang kita punya di ambil. Ketika itu saya dan teman- teman menunggunya di tarhil sambil menunggu proses selanjutnya. Saya di saat menuju pulang banyak saya lihat ada yang stress, membawa anak empat dan saat itu saya menaikan pesawat emirat arab Saudi.
Kita sampai di Jakarta, jika kita mau beli tiket langsung bisa kebetulan saya di belikan oleh bapak saya.  Pada waktu  itu saya di masukkan ke dalam bus oleh penjaga TKI itu termasuk temen-temen saya. Setelah itu kita di mintakkan uang sekitar lima puluh samapai seratus ribu itu untuk membanyar dorong barang  kita sudah illegal di mintail uang lagi semua itu tidak sesuai sekali apalagi saya tidak mempunyai koper namun di mintai juga oleh pegawai bandara.
Pesan saya kepada semua calon TKI kalu bisa jangan, karena di Saudi itu bukan kayak dulu. Kalau sekarang majikan yang jahat  dan banyak  majikan yang tidak mengajikan pembantunya.

Share this article :

Posting Komentar

maslow

maslow

VideoBar

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. awaludinblogspotcom.blogspot.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger