Sabtu, 30 Mei 2015

Perpustakaan Desa Sepi Pengunjung dan Perlu Dimodifikasi



ilustrasi
GIRI MENANG – Perpustakaan desa di kabupaten Lombok Barat kurang dikunjungi warga. Kepala Desa sebagai pengelola langsung mengharapkan ada modifikasi dari pemerintahan Lobar, agar minat baca masyarakat semakin meningkat dan mampu meningkatkan IPM Lobar.
Program Pemerintahan Lobar dalam rangka menurunkan angka buta huruf dan meningkatkan kecerdasan masyarakatnya. Pada tahun 2010 menggerakkan perpustakaan masuk desa ke seluruh kabupaten Lombok Barat dan masa pemerintahan Zaini Arony mendapatkan penghargaan dari Kementrina Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia.
Berjalan waktu, banyak perpustakaan desa tersebut tidak banyak dikunjungi warga. Salah satu Perpustakaan desa di desa kuripan, kecamatan kuripan sepi pengunjung dalam satu tahun tidak bisa mencapai 10 orang pengunjung. Pihak pemerintahan desa kuripan sudah melakukan sosialisasi sendiri ke sekolah-sekolah yang ada di desa kuripan. Pada tahun 2013 Pemda sudah memberikan pelatihan kepada pengelola bagaimana cara menata buku yang rapi, dan cara penulisan nama pengunjung. “ Pelatihan yang dilakukan Pemda hanya sekali, sampai saat ini tidak pernah ada lagi,” ungkap Lalu Burhanudin pengelola Perpustaakaa Desa sekaligus Kaur desa saat ditemui di Kantor desa Kuripan, Selasa (26/5).
Begitu juga dialami desa bagek polak, kecamatan Labuapi. saat wartawan mengkonfirmasi Amir Kepala Desanya, ia menyatakan, perpustaakan yang ada di desanya sepi pengunjung. Minat baca masyarakat masih rendah, ia mengharapkan Pemda memodifikasi perpustaakaan desa dengan menaruh rak buku beserta bukunya di tempat-tempat keramaian seperti di Poskamling, sehingga dengan tidak sadar masyarakat akan membacanya karena ia melihat buku yang menarik untuk dibaca dan memiliki tempat yang dinikmati warga. Kalau di perpustakaan desa berada di kantor desa mana bisa dibaca, masyarakat lebih sibuk dan melihat kantor desa sebagai pembuat KTP, dan dokumen lainnya. jangan sampai dananya selalu ingin dianggarkan di Alokasi Dana Desa (ADD) yang terima masing-masing desa yang tidak seberapa untuk memenuhi program-program desa yang lebih penting.
Tambah Lalu Burhanudin, menyatakan, bahwa agar perpustakaan desa banyak dikunjungi, harus ada modifikasi seperti membuat struktur organisasi yang jelas, ruangan yang khusus perpustaakan terlepas dari kantor desa dan dekat dengan permukiman masyarakat. Juga memiliki staf khusus yang ditanggung pemerintaha Lobar dengan memanfaatkan warga sekitar. Dan buku-buku yang distribusikan sesuai kebutuhan masyarakat sekitar misalnya desa kuripan memiliki petani, tentu buku yang diharapkan buku berlabil pertanian. (ndi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar