Home » » Vebilitas dan Reabilitas penelitian kualitatif

Vebilitas dan Reabilitas penelitian kualitatif

Written By awal ahmad on Senin, 26 September 2011 | 05.24


Vebilitas dan Reabilitas penelitian kualitatif
Pengertian penelitian
Penelitian adalah terjemahan dari bagasa inggris research dan kata research berasal dari dua kata re yang berarti kembali dan to search yang berarti mencari jadi arti dari research yaitu mencari kembali. Menurut para ahli
Persons (1946) Penelitian atas sesuatu secara system matis dengan penekanan bahwa pencariandilakukan terhadap masalahyang dapat dipecahkan.
Jhon (1949) suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang  jelas menemukan hubungan antar fakta dan menghasilakan dalil atau hukum.
Dewey (1936) transformasi yang terkendalikan atau terarah dari situasi yang dikenal dalam kenyatan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya.
Pengertian penelitian kualitatif
Istilah penelitian kualitatif di maksudkan sebagai jenis penelitian yang temu-temuannya teidak diperoleh melalui prosedur stastik atau bentuk hitungan lainnya. Sebenarnya istilah penelitian kuantitatif itu bias membingugkan, karena lain orang lain pula pemahamannya.
Pengertian vebilitas dan reliabilitas
A.vebilitas
1. Fraenkel (1993; 139) dikatakan bahwa, Validitas menunjukkan kesamaan, pengertian maupun penggunaan masing-masing peneliti yang berbeda dalam mengumpulkan data.
2. Sugiyono (2007; 363) dikatakan bahwa,Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.
B.Reabilitas.
1. Fraenkel (1993; 146) dikatakan,” Reliabilitas adalah konsistensi skor, dan stabilitas data dari instrument penelitian.
2. Sugiyono (2007; 364) dikatakan, reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan.
Macam-macam vebilitas ukur
Alat ukur yang di buat harus dapat mengukur variable yang di makssudkan untuk di ukur bukan variable lain. Karena variabel dalam ilmu-ilmu social merupakan variabel yang abstrak. Maka tidak mustahil jika sekala pengukuran yang di buat ternyata kemudian mengukur variabel lain, maka alat ukur demikian dimaksudkan peneliti . maka alat ukur ini yang sering digunakan maka penelitian dikatakan valid
Ada 3 cara mengukur vabilitas
1.vabilitas isi atau vabilitas tampak
Mengenai vabilitas ini ada dua istilah yang digunnakan  yaitu vabilitas isi (conten vability) dan istilah vabilitas tampak (face vability) bahkan ada pula yang mengemukakan seperti Atherton dan klemmack (1982) dan moh. Nazir (1085) akan tetapi belly (1982) mengatakan bahwa vabilitas isi sama dengan vabilitas tampak atau vabilitas logis menurut goode dan hatt (1952)demikian pula black dan champion (1979) menyamakan vabilitas isi dan vabilitas tampak.
Simanjutak (1961)lebih mengartikannya dengan istialah penyelidikan.
2.vabilitas prangmatik atau vabilitas berdasarkan criteria.
Ada dua macam vabilitas berdasarkan criteria yaitu
a.        Vabilitas prediktif yaitu suatu lat ukur dikatakan valid jika hasil pengukuran  ini sesuai dengan tingkah laku atau gejala yang diramalkannya.
b.      Vabilitas pada saat bersamaan (concurrent vability) yaitu vabilitas yang digunakan untuk membuat alat ukur baru karena alat ukur yang lama  untuk variabel yang sama di anggap terlalu panjang atau memakan waktu lama untuk mengunakannya tau kata lain tidak praktis.
3. vabilitas kostruk
Ada dua cara menguji vabilitas kostruk yaitu
a.teknik stastik atau yang disebut dengan factor analisis
b.berdasarkan suatu teory tertentu yang menghubungkan konstruk yang akan diukur dengan konstruk yang lain yang sudah ada alat ukurnya.
Reliabilitas alat ukur
Terdapat beberapa cara untuk menentukan reliabilitas alat ukur yaitu metode pararel yaitu dua alat ukur yang berbeda tetapi diperkirakan mengukur variabel yang sama. Metode test-retest (uji ulang) yaitu satu alat ukur yang digunakan dua kali pada sekelompok individu yang sama pada waktu yang berbeda dengan selang waktu yang cukup. metode  split-half yaitu satu alat ukur digunakan pada sekelompok individu satu kali.dan yang terakhir metode cronbach yaitu cronbach (1951) menyaran kan suatu koefiensien rebilitas yang disebut dengan koefisien al pha .
Dalam penelitian, baik berbentuk kualitatif maupun kuantitatif, kriteria utama yang harus diperhatikan adalah valid, reliabel, dan objektif. Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terdapat di lapangan dan data yang dilaporkan oleh peneliti. Kalau dalam objek penelitian terdapat warna merah, peneliti akan melaporkan warna merah. Kalau dalam objek penelitian para pegawai bekerja dengan keras, peneliti melaporkan bahwa pegawai bekerja dengan keras. Bila peneliti membuat laporan yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada objek, data tersebut dapat dinyatakan tidak valid.
Terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi antardesain penelitian dan hasil yang dicapai. Kalau desain penelitian dirancang untuk  meneliti etos kerja pegawai, data yang diperoleh seharusnya adalah data yang akurat tentang etos kerja pegawai. Penelitian menjadi tidak valid jika yang ditemukan adalah motivasi kerja pegawai.
Validitas eksternal berkenaan dengan derajat akurasi, dapat atau tidaknya hasil penelitian digeneralisasikan atau diterapkan pada  populasi tempat sampel tersebut diambil. Bila sampel penelitian representatif, instrumen penelitian valid dan reliabel, cara mengumpulkan dan menganalisis data benar, penelitian akan memiliki validitas eksternal yang tinggi.
Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam pandangan positivistik (kuantitatif), suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama atau peneliti yang sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama atau sekelompok data bila dibagi menjadi dua kelompok menunjukkan data yang tidak berbeda. Kalau peneliti satu menemukan dalam suatu objek berwarna merah, peneliti yang lain juga demikian.
Objektivitas berkenaan dengan derajat kesepakatan atau interpersonal agreement antarbanyak orang tentang suatu data. Bila dari 100 orang terdapat 99 orang yang menyatakan bahwa terdapat warna merah dalam objek penelitian itu, sedangkan yang 1 orang lagi menyatakan warna lain, data tersebut adalah data yang objektif. Data yang objektif akan cenderung valid walaupun belum tentu valid. Dapat terjadi suatu data yang disepakati banyak orang belum tentu valid, tetapi yang disepakati oleh sedikit orang malah lebih valid. Orang menyatakan bahwa A bukan pencuri (objektif), dan satu orang menyatakan bahwa A adalah pencuri (subjektif). Ternyata yang benar adalah pernyataan satu orang karena yang 99 orang tersebut teman-teman si A yang sama-sama pencuri sehingga menyatakan si A bukan pencuri.
Dalam penelitian kuantitatif, untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel, yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrumen penelitian, sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Oleh karena itu, Susan Stainback (1988) menyatakan bahwa penelitian kuantitatif lebih menekankan pada aspek reliabilitas, sedangkan penelitian kualitatif lebih pada aspek validitas.
Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dan yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa kebenaran realitas data menurut penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal, tetapi jamak dan bergantung kepada konstruksi manusia, dibentuk dalam diri seseorang sebagai hasil proses mental dalam setiap individu dengan berbagai latar belakangnya. Oleh keran itu, bila terdapat sepuluh peneliti dengan latar belakang yang berbeda meneliti objek yang sama akan didapatkan sepuluh temuan dan semuanya dinyatakan valid jika yang ditemukan tidak berbeda dengan yang sesungguhnya yang terdapat pada objek yang diteliti.
Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan reliabilitas dalam penelitian kualitatif. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan paradigma dalam melihat realitas. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa validitas derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian, sedangkan reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Artinya, jika suatu penelitian diterapkan pada objek yang berbeda dengan menggunakan metode dan teknik penelitian yang sama, didapatkan hasil penelitian yang sama.
2. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Penelitian kualitatif
Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility (validitas internal), transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan confirmability (objektivitas).
  Uji Kredibilitas
Pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan member check.
Perpajangan pengamatan artinya peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, melakukan wawancara dengan sumber data, baik yang pernah ditemui maupun yang baru ditemui. Dengan perpanjangan pengamatan ini, hubungan peneliti dengan narasumber akan semakin terbentuk dan semakin akrab, semakin terbuka, saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi.
Pada tahap awal memasuki lapangan,  peneliti masih dianggap orang asing, masih dicurigai sehingga informasi yang diberikan belum lengkap, tidak mendalam, dan mungkin masih banyak yang dirahasiakan. Dengan perpanjangan pengamatan ini, peneliti mengecek kembali apakah data yang diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. Bila data yang telah diperoleh selama ini setelah dicek kembali pada sumber data asli atau sumber data lain tidak benar, peneliti melakukan pengamatan lagi secara lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenarannya. Lamanya perpanjangan pengamatan ini dilakukan sangat bergantung kepada kedalaman, keluasan, dan kepastian data.
Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut, kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. Meningkatkan ketekunan ibarat mengecek soal-soal atau makalah yang dikerjakan, ada yang salah atau tidak. Dengan meningkatkan ketekunan itu, peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan itu salah atau tidak. Selain itu, peneliti juga dapat mendeskripsi data secara akurat dan sistematis.
Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian, triangulasi terdiri atas triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang diperoleh dari beberapa sumber tersebut dideskripsikan, dikategorikan, dan akhirnya diminta kesepakatan (member check) untuk mendapatkan kesimpulan. Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data pada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Triangulasi waktu berkaitan dengan keefektifan waktu. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar dan belum banyak masalah akan memberikan data yang valid sehingga lebih kredibel.
Analisis kasus negatif. Kasus negatif adalah kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga pada saat tertentu. Peneliti berusaha mencari data yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Bila tidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya.
Menggunakan bahan referensi. Yang dimaksud dengan bahan referensi adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Bahan referensi ini dapat berupa foto-foto, rekaman, dan dokumen autentik.
Member check adalah proses pengecekan data yang berasal dari pemberi data. Ia bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh pemberi data, berarti data tersebut valid sehingga semakin kredibel. Namun, jika data yang diperoleh peneliti tidak disepakati oleh pemberi data, peneliti perlu melakukan diskusi dengan pemberi data dan apabila terdapat perbedaan tajam setelah dilakukan diskusi, peneliti harus mengubah temuannya dan menyesuaikannya dengan data yang diberikan oleh peneliti. Pelaksanaan member check dapat dilakukan setelah satu periode pengumpulan data selesai atau setelah mendapatkan suatu temuan atau kesimpulan.
  Pengujian Transferability
Transferability merupakan validitas eksternal dalam penelitian kualitatif. Validitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil penelitian kepada populasi tempat sampel penelitian diperoleh. Nilai transfer ini berkenaan dengan pertanyaan sejauh mana hasil penelitian dapat digunakan dalam situasi yang lain. Bagi peneliti naturalistik, nilai transfer bergantung kepada pemakai.
Agar orang lain dapat memahami hasil penelitian kualitatif sehingga ada kemungkinan untuk menerapkan hasil penelitian tersebut, peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis, dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pembaca menjadi jelas dalam memahami hasil penelitian tersebut sehingga ia dapat memutuskan dapat atau tidaknya mengaplikasikan hasil penelitian tersebut di tempat lain.
 Pengujian Dependability
Dependability disebut juga dengan reliabilitas. Penelitian yang reliabel adalah apabila orang lain dapat mengulangi/mereplikasi proses penelitian tersebut. Dalam penelitian kualitatif, uji dependability ditempuh dengan cara melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Audit dilakukan oleh auditor yang independen atau pembimbing. 
  Pengujian Conformability
Pengujian conformability dalam penelitian kualitatif disebut juga objektivitas penelitian. Penelitian dikatakan objektif jika hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Menguji conformability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut telah memenuhi standar conformability. Dalam penelitian jangan sampai proses tidak ada, tetapi hasilnya ada.


















Daftar pustaka
Tulisan ini bersumber dari buku Memahami Penelitian Kualitatif oleh Prof. Dr. Sugiyono, 2005:117-131.
Dr. irawan soehartono. Pengantar prof. Dr. kusnaka adimihardja, M.A ,metode penelitian social,l penerbit PT Remaja Rosdakarya-Bandung.
Moh . Nazir,Ph.d ,metode penelitian .Penerbit Ghalia Indonesia
Anslam Strauss dan Juliet corbin, dasar-dasr penelitian kualitatif .Penerbit Pustaka Pelajar















Daftar isi
Pengertian penelitian………………………………………………………………………
Pengertian penelitian kualitatif……………………………………………………………
Pengertian vebilitas dan reLIabilitas………………………………………………………..
A.vebilitas…………………………………………………………………………………..
B.Reliabilitas…………………………………………………………………………………
Macam-macam vebilitas ukur……………………………………………………………..
Ada 3 cara mengukur vabilitas……………………………………………………………
Pengujian Validitas dan Reliabilitas Penelitian kualitatif………………………………
Daftar pustaka…………………………………………………………………………….











Vebilitas
dan
Reliabilitas Penelitian Kualitatif




DOSEN : AHYAR M.Pd / M.SYARIFUDIN. M.Pd
Di susun oleh: M.AWALUDIN



INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM

METODOLOGI
PENELITIAN
VEBILITAS DAN RELIABILITAS
IAIN.jpgPENELITIAN KUALITATIF








INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
Share this article :

Posting Komentar

maslow

maslow

VideoBar

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. awaludinblogspotcom.blogspot.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger