FORTA TERDEPAN DAN TERPERCAYA DI NTB

Rabu, 06 Juni 2012

Beasiswa Pendidikan


1. Beasiswa Pendidikan Non Degree 1 tahun Bogor Educare.
Beasiswa Full free dari Bogor EduCARE, kelebihannya adalah anda tidak akan dipungut biaya sedikitpun saat kuliah di Bogor EduCARE, fasilitas yang lengkap, Dosen yang profesional (ada dosen dari luar negeri untuk mata pelajaran Speaking), makan siang gratis setiap hari kuliah dan kemudahan dalam mencari kerja. Kekurangannya adalah tidak menerima gelar apapun baik itu Starta ataupun Diploma.
Keterangan lebih lanjut di WWW.BogorEduCARE.ORG
2. Info Beasiswa Sampoerna 2012 Terbaru
Beasiswa ditujukan untuk siswa dengan kemampuan akademik yang terbaik. SSE diharapkan dapat menciptakan kesempatan yang sama bagi generasi muda untuk mendapatkan Pendidikan yang bermutu. info lebih lanjut diWWW.SaompoernaFoundation.ORG
3. Info Beasiswa Djarum 2012 Terbaru
Para penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) juga menerima manfaat lain berupa program pelatihan soft skills, yang merupakan kelebihan dari Program Djarum Beasiswa Plus, yaitu dengan mengikuti kegiatan Nation BuildingCharacter BuildingLeadership TrainingCompetition ChallengesInternational Exposure dan Community Empowerment. Tujuannya tidak lain agar para Beswan Djarum kelak bisa menjadi manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa depan. Info Lebih lanjut diWWW.DjarumBeasiswaPlus.ORG
4. Info Beasiswa Supersemar 2012 Terbaru (Khusus UGM)
Yayasan Supersemar tahun 2012 kembali memberi beasiswa untuk 140 mahasiswa dengan nominal Rp.200.000/bulan.
Persyaratan Beasiswa Supersemar 2012
1.    Mahasiswa D-3 angkatan tahun 2009-2010 dan untuk S-1 angkatan tahun 2007-2010
2.    Berasal dari kelurga yang perekonomiannya menengah ke bawah
3.    Mengisi formulir permohonan beasiswa (download)
4.    Melampirkan transkrip nilai (IPK minimal 2.50)
5.    Surat keterangan penghasilan orang tua
6.    Fotokopi kartu keluarga dan Gama Card
Info Lebih Lanjut di WWW.SuperSemar.OR.ID
Incoming search terms:
§  EDUCARE
§  Beasiswa

Sabtu, 02 Juni 2012

Lirik Lagu Davinci Rindu Merana Lyrics

Lirik Lagu Davinci Rindu Merana Lyrics

Browse: / / / Menangis aku kenang
Saat hatiku kau tinggalkan
Hanya sakit yang aku pendam
Dalam rindu yang semakin dalam
Tak tahu harus dimana ku temukan jawabnya
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Kau pujaanku dimana
Ku sakit harus menunggu lama
Merana hati merana
Dalam rindu aku bertanya
Kekasih kau yang ku kenang
Jatuhkanku dalam lingkaran
Walau sakit yang aku pendam
Rindu ini tak kunjung padam
Tak tahu harus dimana ku temukan ooh
Kau pujaanku dimana
Ku sakit harus menunggu lama
Merana hati merana
Dalam rindu aku bertanya
Kau pujaanku dimana
Ku sakit harus menunggu lama
Merana hati merana
Dalam rindu aku bertanya
Merana hati merana
Dalam rindu aku bertanya
Sampai nanti selalu bertanya

puisi pengkhianatan

PENGKHIANATAN

Bertepuk lara menjadi luka
Takdir dunia tak berpihak
Dalam sendiri meratapi nasib
Dihianati sang kekasih

Beban raga tak mengapa
Derita batin kian melanda
Belum sempat tuk berjumpa
Telah musnah janji kita

Bertumpuk dusta tentangku
Olehmu……
Tak kunjung usai siasat berdusta
Sebelum puas hasrat pengkhianatan

Semanis tebu kata I LOVE YOU
Sepahit empedu pengkhianatan menderu
Berpijak pada sepsruh keyakinan
Bertahan diujung kehancuran
Brdasarkan 1janji terpaku
Setiaku tak habis

puisi kesedihan ku

Puisi kesedihan “sedihku”
letihku menunggu hadirnya
menusuk nusuk dan menyayat perih
seperti silet yg menyayat kulit ari di pipi
perih dan menyakitkan hati


berdiri dengan sisa tenaga
untuk menantinya dalam jalan yg gelap
seperti berjalan dalam mimpi
melayang dan jasad telah mati

kerinduanku bukan tak beralasan
kecemburuanku bukan tak terindahkan
cintaku dan rinduku ada disana
meraih semangat untuk mencintaiku

sampai kapan bumi akan berputar
sementara aku sudah enggan
bangun dari mimpi pun tak
apalagi untuk menunggumu

bila nanti kau datang
berikan aku sedikit jiwamu
untuk melangkah kita bersama
dalam kehidupan bersama

ceramah tentang keutamaan ilmu



Keutamaan Ilmu, Mengajar dan Belajar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar temen-temen? Masih semangat dalam menuntut ilmu lewat media jejaring sosial (fb) ini?

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, kami ada referensi buku baru yang akan kami sharingkan ke temen-temen fillah sekalian, yakni Mukhtashar Ihya Ulumiddin. Meski buku ini hanya berupa mukhtashar alias ringkasan dari buku Ihya Ulumiddin yang aslinya berjumlah lima jilid, Akan tetapi ringkasan ini tidak kalah kaya dibandingkan dengan buku versi lengkapnya. Hal ini karena orang yang meringkas Ihya Ulumiddin tidak lain adalah pengarangnya sendiri. Dialah Imam Ghazali.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, kepada salah satu temen juga member , insya Allah, atas sarannya agar kami mempelajari buku yang luar biasa ini. Alhamdulillah karena Allah subhanahu wata’ala memberikan kemudahan kepada kami untuk mendapatkan buku ini.

Untuk pertama kalinya dari buku ini mengulas tentang ilmu. Kita simak sama-sama ya;
Keutamaan Ilmu, Mengajar dan Belajar
Tentang keutamaan ilmu, dalil-dalil dari Al-qur’an sangat banyak, diantaranya firman Allah Subhanahu wata’ala.,

“…niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…” (al-Mujadalah [58]:11)
Ibnu Abbas berkata, “Derajat para ulama berada diatas kaum muslimin sejauh tujuh ratus derajat. Jarak antarderajat adalah (sejauh) tujuh ratus tahun.”

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (az-Zumar [39]:28)

“Diantara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama…” (Faathir [35]:28)

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Iman itu telanjang. Pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya adalah rasa malu, dan buahnya adalah ilmu.” (HR Ibnu Abi Syaibah)

“Orang yang berilmu adalah orang kepercayaan Allah di bumi.” (HR Dailami)

“Orang-orang yang dapat memberi syafaat pada hari kiamat adalah para Nabi, lalu para Ulama, lalu Syuhada.” (HR Ibnu Majah)

Fatah al-Mushili<1> berkata, “Bukankah apabila orang sakit tidak diberi makan, minum dan obat maka dia akan mati?” Lalu seseorang menjawab,”Benar.” Fatah berkata,”Begitu juga dengan hati. Apabila hati terhalang dari hikmah dan ilmu selama tiga hari, maka hati tersebut akan mati.”

Perkataan Fatah merupakan suatu kebenaran. Makanan bagi hati adalah ilmu dan hikmah. Tetapi, hati yang tidak merasakan keduanya akibat kesibukan-kesibukan dunia, maka hal itu akan mematikan sensitifitasnya. Apabila kematian itu telah menyingkap kesibukan-kesibukan itu darinya maka dia akan merasakan siksaan besar dan penyesalan yang tidak berakhir. Inilah makna sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.,

“Manusia itu tidur. Kemudian apabila mereka telah mati, mereka baru sadar.”

Tentang keutamaan belajar, dalilnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.,

“Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada penuntut ilmu karena mereka ridha atas apa yang diperbuatnya.”<2> (HR Ahmaddan Tirmidzi)

“Jika kamu pergi pada pagi hari lalu mempelajari satu bab dari ilmu, maka hal itu lebih baik dari pada kamu shalat sebanyak seratus raka’at.” (HR Ibnu Majah)

Adapun keutamaan mengajar, dalilnya adalah firman Allah subhanahu wata’ala.,
“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para Nabi, ‘Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu…’”(Ali ‘Imran [3]:81)

“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), ‘Hendaklah kamu menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya…’” (Ali ‘Imran [3]:187)

Ketika membaca ayat tersebut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah tidak menganugerahkan ilmu kepada seorang alim, kecuali Dia mengambil janji darinya, sebagaimana janji yang telah Ia ambil dari para Nabi, yaitu janji untuk menjelaskan ilmu tersebut dan tidak menyembunyikannya.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika mengutus Mu’adz ke Yaman,
“Allah member i petunjuk melalui kamu kepada seorang laki-laki merupakan sesuatu yang lebih baik bagimu dari pada dunia dan segala isinya.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad)

Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Barang siapa menyampaikan sebuah hadits, lalu hadits itu diamalkan, maka ia mendapat pahala amal seperti pahala orang yang mengamalkan amal tersebut.”

Mu’adz bin Jabal berkata tentang mengajar dan belajar, dan hemat penulis (Imam Ghazali) perkataannya itu merupakan hadits marfu’, yaitu, “Pelajarilah ilmu. Sungguh, mempelajari ilmu untuk Allah merupakan suatu kebaikan, merupakan suatu ibadah, mengkajinya merupakan tasbih, membahasnya merupakan jihad, mengajarkan kepada orang yang tidak mengetahuinya merupakan sedekah, dan medermakannya kepada ahlinya merupakan amal yang mendekatkan diri kepada Allah. Ilmu merupakan teman dalam kesendirian, sahabat dalam kesepian, petunjuk menuju agama, pembentuk kesabaran dalam menghadapi kesenangan dan kesengsaraan, pembantu bagi orang-orang yang bersahabat, teman bagi orang-orang yang berteman dan penerang menuju ke surga…”
Dari ilmu, Allah ditaati, Allah disembah, Allah diEsakan. Dari ilmu pula, sifat wara’ dibentuk dan silaturahmi dijalin. Ilmu merupakan imam, sementara amal merupakan pengikutnya. Ilmu diilhamkan kepada orang-orang yang berbahagia, dan diharamkan bagi orang-orang yang sengsara.

Adapun dari segi akal, keutamaan ilmu tidaklah samar. Dari ilmu, seorang hamba bisa mencapai Allah Subhanahu wata’ala; mendekatkan diri kepada-Nya dan bersimpuh di sisi-Nya. Dia merupakan kebahagiaan abadi dan kenikmatan kekal yang tidak akan pernah berahir.

Semoga bermanfaat.

Note:
<1> Dia adalah Fatah bin Said al-Mushili yang meninggal pada 220 H. Lihat biografinya di dalam siyar A’lamin-Nubala (X/483), Tarikh Bagdad (XII/381), Jami’ Karamatil-Auliya’ (II/233), dan Hilyatul-Auliya’ (VIII/292)
<2> Makna meletakkan sayap-sayap adalah mereka (para malaikat) merendahkan diri mereka demi mengagungkan penuntut ilmu.

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: Mukhtashar Ihya Ulumiddin, Imam Ghazali

sejarah dan frofil pondok pesantren darul quran bengkel lombok barat


M.Awaludin
Madrasah Aliyah Darul Qur'an merupakan salah satu Lembaga di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darul Qur'an Bengkel yang didirikan oleh Hadratus Syaikh Almarhum TGH.M. Shaleh Hambali. Lembaga ini berdiri sejak tahun 1989 pada waktu yang menjabat sebagai Kepala Pertama MA. Darul Qur'an adalah Drs. H. Achmad Izzi (1989 – 1990), selanjutnya tongkat estapet kepemimpinan dilanjutkan oleh GT. Usman (1990 – 2001), Drs. Suhaidi (2001 – 2008), dan H. Muhtasar, S.Pd. (2008 – sekarang). Adapun status lembaga ini adalah TERAKRIDITASI No. 28/Akr.MA/B/IV / 2006 yang dalam perkembangannya MA.Darul Qur'an saat ini telah membuka 3 Jurusan yaitu Jurusan Bahsa, IPA, dan IPS dimana lembaga ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung diantaranya Perpustakaan, Laboratorium Bahasa 16 KBU, dan Laboratorium Komputer 10 KBU. Jumlah guru 34 orang sesuai dengan spesialisanya. Pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa 312 siswa dengan perincian masing-masing kelas X 3 kelas, kelas XI 3 kelas, dan kelas XII tiga kelas. Pada Tahun Ajaran 2008/2009 Lembaga ini meluluskan siswa baik mereka yang duduk di jurusan Bahasa, IPA, maupun IPS dengan tingkat kelulusan 100 %. Kegiatan-kegiatan siswa : 1. Hari Jum'at IMTAQ diisi dengan Muhadlarah menggunakan 4 Bahasa (Indonesia, Inggris, Arab, dan Jepang) 2. Ekstrakulikuler diisi dengan Kepramukaan, Seni Bela Diri, dan Seni Baca Al-Qur'an Prestasi yang pernah diraih antara lain : 1. Juara I MTQ Tingkat Pelajar se-Kabupaten Lombok Barat 2. Juara I MTQ Tingkat Pelajar Se-Provinsi NTB 3. Juara I Lomba Menulis Essai Tingkat Nasional 4. Juara I Lomba Pencak Silat Antar Pelajara Tingkat Provinsi 5. Juara I Lomba Gerak Jalan Indah Tingkat Pelajar se-Desa Bengkel dan masih banyak prestasi-prestasi lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu Di era kepemimpinan Drs. Suhaidi, Lembaga ini telah menjadi Induk Kelompok Kerja Madrasah (KKM) yang menaungi kurang lebih 9 madrasah tingkat Aliyah meliputi wilayah kecamatan Labuapi, Kediri, dan Gerung.

Jumat, 04 Mei 2012

gander awal iain mataram fakultas dakwah

Page 1 Halaman 1 The World's Women 2010: Press Release #4 Dunia Wanita 2010: Siaran Pers # 4 Tradition, Culture and Lack of Education Tradisi, Budaya dan Kurangnya Pendidikan Influence the Way Women Are Treated Pengaruh Jalan Wanita Apakah Ditangani 1. 1. Customary practices and physical violence Adat praktek dan kekerasan fisik The proportion of women exposed to physical violence in their lifetime, irrespective Proporsi perempuan mengalami kekerasan fisik dalam hidup mereka, terlepas of the perpetrator, ranges from 12 per cent in Hong Kong SAR, China and 13 per pelaku, berkisar dari 12 persen di Hong Kong SAR, Cina dan 13 per cent in Azerbaijan to about a half or more in Australia and Mozambique (48 per persen di Azerbaijan untuk sekitar setengah atau lebih di Australia dan Mozambik (48 per cent), the Czech Republic (51 per cent) and Zambia (59 per cent) (comparable persen), Republik Ceko (51 persen) dan Zambia (59 persen) (sebanding statistics were only available for some thirty countries or areas). statistik hanya tersedia untuk beberapa tiga puluh negara atau daerah). According to The Menurut The World's Women 2010 report ( published today 20-10-2010 by the UN Statistics Dunia Wanita 2010 laporan (diterbitkan hari ini 20-10-2010 oleh Statistik PBB Division), which calls violence against women "a universal phenomenon", over one- Divisi), yang menyerukan kekerasan terhadap perempuan "fenomena universal", lebih dari satu tenth of women report having experienced abuse over the last twelve months in sepersepuluh dari wanita melaporkan mengalami penyalahgunaan berpengalaman selama dua belas bulan terakhir di Costa Rica, the Republic of Moldova, the Czech Republic and Mozambique. Kosta Rika, Republik Moldova, Republik Ceko dan Mozambik. The report Laporan ini emphasizes that though violence against women is perpetrated by men, it is also menekankan bahwa meskipun kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh laki-laki, juga perpetuated by traditional and customary practices that accord women lower status diabadikan oleh praktek-praktek tradisional dan adat bahwa wanita sesuai status yang lebih rendah in the family, workplace, community and society. dalam keluarga, tempat kerja, komunitas dan masyarakat. Furthermore, violence against Selain itu, kekerasan terhadap women is exacerbated by social pressures. (Pages 127 and 131) wanita ini diperburuk oleh tekanan sosial. (Halaman 127 dan 131) 2. 2. Genital mutilation among the less-educated Genital mutilasi antara kurang berpendidikan The World's Women's chapter on violence against women reveals that although Bab Wanita di Dunia tentang kekerasan terhadap perempuan mengungkapkan bahwa meskipun female genital mutilation continues to be widely performed, it does appear to be mutilasi alat kelamin perempuan terus banyak dilakukan, itu tampaknya decreasing slightly. menurun sedikit. In the majority of countries for which data were available, the Pada kebanyakan negara-negara yang datanya yang tersedia, decline seems to be reflected more in younger generations of women and girls. penurunan tampaknya tercermin lebih pada generasi muda perempuan dan anak perempuan. Additionally, findings show that prevalence levels are generally lower among women Selain itu, temuan menunjukkan bahwa tingkat prevalensi umumnya lebih rendah di kalangan perempuan with higher education. (Pages 135-136) dengan pendidikan tinggi. (Halaman 135-136) 3. 3. Attitude towards domestic violence in Africa Sikap terhadap kekerasan dalam rumah tangga di Afrika The World's Women 2010 reports the percentages of women in 33 countries (where Dunia Wanita 2010 laporan persentase perempuan di 33 negara (di mana statistics are available) that found it appropriate for a wife to be hit or beaten by her statistik yang tersedia) yang merasa sesuai untuk istri yang akan memukul atau dipukul oleh dia husband for specific reasons. suami karena alasan tertentu. Around 29 per cent of women agreed that being hit or Sekitar 29 persen wanita sepakat bahwa yang memukul atau beaten for arguing with the husband was justifiable, 25 per cent for refusing to have dipukuli untuk berdebat dengan suami dibenarkan, 25 persen karena menolak untuk memiliki sex with the husband and 21 per cent for burning the food. seks dengan suami dan 21 persen untuk membakar makanan. For example, 74 per cent Sebagai contoh, 74 persen of women in Mali would accept physical punishment for refusing to have sex with the perempuan di Mali akan menerima hukuman fisik karena menolak berhubungan seks dengan husband, 62 per cent in the case of arguing with him and 33 per cent for burning suami, 62 persen dalam hal berdebat dengan dia dan 33 persen untuk membakar food. makanan. In the majority of countries arguing with the husband is the most commonly Pada kebanyakan negara berdebat dengan suami adalah yang paling umum accepted reason for being hit or beaten. menerima alasan dipukul atau dipukuli. In Benin, while 51 per cent of interviewed Di Benin, sementara 51 persen yang diwawancarai women with no education found it justifiable for the husband to beat his wife for wanita dengan pendidikan tidak merasa dibenarkan untuk suami untuk memukul istrinya untuk venturing outside without telling him, that number dropped to 39 per cent when the venturing luar tanpa memberitahu dia, jumlah itu menurun menjadi 39 persen ketika interviewee had a primary education and to 20 per cent with a secondary or higher diwawancarai memiliki pendidikan dasar dan sampai 20 persen dengan sekunder atau lebih tinggi education. (Page 137) pendidikan. (Page 137) 4. 4. Unfair sharing of domestic work Tidak Sehat berbagi pekerjaan rumah tangga Cultural perceptions of women's and men's roles also play an important part in the Persepsi budaya perempuan dan peran laki-laki juga memainkan peranan penting dalam unequal sharing between the sexes of domestic work. yang tidak sama berbagi antara jenis kelamin pekerjaan rumah tangga. The report's chapter on work Laporan ini bab tentang pekerjaan confirms that women's increased participation in paid employment has not been menegaskan bahwa peningkatan partisipasi perempuan dalam pekerjaan yang dibayar belum accompanied by an increase in men's participation in unpaid domestic work disertai dengan peningkatan partisipasi laki-laki dalam pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar (comprised mainly of housework and caring for dependent household members). (Terutama terdiri dari pekerjaan rumah tangga dan merawat anggota rumah tangga tergantung). In Di ________________________________________ Page 2 Halaman 2 the more developed regions, women spend an average of almost five hours a day on daerah lebih berkembang, wanita menghabiskan rata-rata hampir lima jam sehari di domestic work, whereas men spend on average less than two and a half hours a day pekerjaan rumah tangga, sedangkan pria menghabiskan rata-rata kurang dari dua setengah jam sehari on this, or half the amount of time spent by women. ini, atau setengah jumlah waktu yang dihabiskan oleh perempuan. In Italy, Japan, Portugal and Di Italia, Jepang, Portugal dan Spain for instance, women spend three- to four-fold the amount of time spent by Spanyol misalnya, wanita menghabiskan tiga sampai empat kali lipat jumlah waktu yang dihabiskan oleh men on domestic work. laki-laki pada pekerjaan domestik. In the Occupied Palestinian Territory, Pakistan and Turkey, Di Wilayah Pendudukan Palestina, Pakistan dan Turki, the time men spend on domestic work is not even a fifth of what women spend. saat pria menghabiskan tentang pekerjaan rumah tangga bahkan tidak seperlima dari apa yang wanita menghabiskan. In Di both Latin America and Africa women spend far more than twice the time men spend kedua Amerika Latin dan wanita Afrika menghabiskan jauh lebih dari dua kali laki-laki menghabiskan waktu on unpaid domestic work. tentang pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar. In the Nordic countries and the United States of America, Di negara-negara Nordik dan Amerika Serikat, where time use studies over a number of years allow long-term comparisons, mana studi penggunaan waktu selama beberapa tahun memungkinkan jangka panjang perbandingan, findings indicate that the number of hours spent by the average woman on Temuan menunjukkan bahwa jumlah jam yang dihabiskan oleh wanita rata-rata pada household work has decreased while that spent by the average man has increased. pekerjaan rumah tangga telah menurun sementara yang dikeluarkan oleh pria rata-rata telah meningkat. (Page 100) (Page 100) 5. 5. No say on spending their own earnings Tidak mengatakan untuk menghabiskan pendapatan mereka sendiri The report's chapter on poverty reveals that married women are often not involved Bab ini laporan tentang kemiskinan mengungkapkan bahwa perempuan yang sudah menikah sering tidak terlibat in decision-making on how their own earnings are spent. dalam pengambilan keputusan tentang bagaimana penghasilan mereka sendiri dihabiskan. In sub-Saharan Africa, the Di sub-Sahara Afrika, proportion of women with no say in how their own cash income is spent is greatest in proporsi wanita tanpa mengatakan dalam bagaimana pendapatan tunai mereka sendiri dihabiskan paling besar di Malawi (34 per cent) followed by Democratic Republic of the Congo (28 per cent), Malawi (34 persen) diikuti oleh Republik Demokratik Kongo (28 persen), Liberia (23 per cent), Rwanda (22 per cent) and United Republic of Tanzania and Liberia (23 persen), Rwanda (22 persen) dan Tanzania dan Zambia (21 per cent). Zambia (21 persen). In Asia, higher proportions were observed in India (18 per Di Asia, proporsi yang lebih tinggi diamati di India (18 per cent), Nepal (14 per cent), Bangladesh (13 per cent) and Turkey (11 per cent). persen), Nepal (14 persen), Bangladesh (13 persen) dan Turki (11 persen). It is Hal ini noted that these proportions are higher for women in the poorest families. mencatat bahwa proporsi ini lebih tinggi bagi perempuan dalam keluarga termiskin. Less Kurang access to financial resources increases women's economic dependency on men and akses ke sumber daya keuangan meningkatkan ketergantungan ekonomi perempuan terhadap pria dan make them more vulnerable to various economic and environmental shocks. (Pages membuat mereka lebih rentan terhadap guncangan ekonomi dan lingkungan yang beragam. (Halaman 170-173) 170-173) 6. 6. Deprived of inheritance rights and ownership Kehilangan hak waris dan kepemilikan In most African countries and about half the countries in Asia, women are Di sebagian besar negara Afrika dan sekitar setengah negara di Asia, perempuan disadvantaged by statutory and customary laws in their access to land ownership dirugikan oleh undang-undang hukum dan adat dalam akses mereka terhadap kepemilikan tanah and other types of property. dan jenis-jenis properti. This denial of inheritance and land ownership rights, Ini penolakan warisan dan hak kepemilikan tanah, based on traditional cultural norms or practices, contribute to women's poverty. The berdasarkan norma-norma budaya tradisional atau praktik, memberikan kontribusi terhadap kemiskinan perempuan. Para World's Women 2010 has identified elements of gender inequality with regard to Dunia Wanita 2010 telah diidentifikasi unsur ketidaksetaraan gender berkaitan dengan inheritance rights in 45 out of the 48 African countries reviewed and in 25 out of the hak waris di 45 dari 48 negara Afrika ditinjau dan di 25 dari 42 reviewed in Asia. 42 terakhir di Asia. With regard to land ownership entitlements, gender inequality Berkenaan dengan hak kepemilikan tanah, ketidaksetaraan gender was identified in 43 African and 21 Asian countries. diidentifikasi dalam 43 Afrika dan 21 negara Asia. In rural areas of Viet Nam, 8 per Di daerah pedesaan di Vietnam, 8 per cent of farm and forest land titles are in the name of women, 87 per cent in the persen dari pertanian dan judul hutan tanah atas nama wanita, 87 persen di name of men and 5 per cent are joint titles. nama pria dan 5 persen adalah gelar bersama. While 88 per cent of households in Nepal Sementara 88 persen rumah tangga di Nepal are home owners, only 6 per cent of these women have partial or full ownership of adalah pemilik rumah, hanya 6 persen dari perempuan memiliki kepemilikan penuh atau sebagian the house. rumah. Similarly, women own land in only 11 per cent of the households and Demikian juga perempuan tanah di hanya 11 persen dari rumah tangga dan sendiri livestock in only 7 per cent. ternak di hanya 7 persen. In Peru, the distribution of ownership of titled land Di Peru, distribusi kepemilikan tanah berjudul parcels reveals that women represent only 13 per cent of landowners, with an paket mengungkapkan bahwa perempuan hanya mewakili 13 persen dari pemilik tanah, dengan additional 13 per cent joint ownership. (Pages 169-170) tambahan 13 persen kepemilikan bersama. (Halaman 169-170) For further information or to arrange interviews, contact Francois Coutu, Untuk informasi lebih lanjut atau mengatur wawancara, kontak Francois Coutu, Public Information Officer, UN Statistics Division, Tel: +1-212-963-2631, Email: Informasi Publik Officer, PBB Statistik Divisi, Telp: +1-212-963-2631, Email: coutu@un.org . coutu@un.org~~V. After embargo time, the report will be posted online on Setelah waktu embargo, laporan ini akan diposting online di http://unstats.un.org/unsd/demographic/products/Worldswomen/WW2010pub.htm . http://unstats.un.org/unsd/demographic/products/Worldswomen/WW2010pub.htm. Hard copies of The World's Women 2010 report are available as a sales item from United Hard copy laporan 2010 Perempuan di Dunia tersedia sebagai item penjualan dari Amerika Nations Publications ( https://unp.un.org/Browse.aspx?newtitle=1 ). Bangsa Publikasi (https://unp.un.org/Browse.aspx?newtitle=1).